Perubahan hormon terkait pertambahan usia sejatinya juga terjadi pada pria. Pada wanita perubahan hormon itu disebut menopause. Tentu saja “menopause” pria ini beda dengan wanita.Mari kenali tanda-tanda dan gejalanya.
Pertambahan usia juga menjadikan kadar hormon testosteron menurun pada pria. Kadang kondisi ini disebut “menopause pria”. Namun banyak dokter menggunakan istilah andropause untuk menggambarkan penurunan kadar hormon karena usia pada pria.
Menopause pada wanita ditandai dengan berhentinya proses ovulasi dan produksi hormon menurun drastis dalam periode waktu relatif singkat. Pada pria penurunan hormon ini terjadi perlahan. Meskipun begitu, tetap terjadi perubahan pada fungsi seksual dan kadar energi yang kadang tidak diperhatikan selama bertahun-tahun.
Masing-masing pria memiliki kadar testosteron berbeda-beda. Namun secara umum pria berumur cenderung memiliki kadar hormon yang lebih rendah dibandingkan pria muda. Kadar hormon testosteron itu secara bertahap menurun selama masa dewasa. “Kurang lebih satu persen per tahun setelah usia 30 tahun. Hingga usia 70 tahun, penurunan hormon itu bisa terjadi hingga 50 persen,” ujar Prof. Dr. Arief Adimulja, Sp.And, ahli andrologi dari RS AL Ramelan Surabaya.
Kadar testosteron rendah itu bisa saja muncul tanpa tanda atau gejala. Namun bisa saja penurunan itu memberi tanda berupa:
Perubahan fungsi seksual.
Hal ini bisa berupa disfungsi ereksi, berkurangnya ereksi spontan seperti ketika tidur dan ketidaksuburan. Kemungkinan testis juga menjadi kecil.
Perubahan pola tidur.
Kadang kadar testosteron rendah menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia atau justru jadi sering mengantuk.
Perubahan fisik
Misalnya terjadi peningkatan lemak tubuh, berkurangnya otot, kekuatan, daya tahan dan berkurangnya kepadatan tulang. Semburan panas dan kurang berenergi juga mungkin terjadi meskipun sangat jarang.
Perubahan emosi
Rendahnya testosteron mungkin juga menyebabkan berkurangnya motivasi atau kepercayaan diri. Anda mungkin merasa sedih dan depresi, sulit berkonsentrasi dan kesulitan mengingat banyak hal. Jika Anda curiga memiliki kadar testosteron yang rendah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi tanda dan gejala yang dialami. Kemudian minta dokter untuk menjelaskan pilihan terapi yang tersedia.
Jujur dengan dokter.
Agar dokter bisa menerapi dengan tepat, jujurlah pada dokter mengenai masalah kesehatan yang mungkin menyebabkan tanda-tanda dan gejala. Bisa juga masalah itu disebabkan oleh efek samping pengobatan, disfungsi ereksi atau masalah seksual lain.
Di samping itu Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk membantu mengatasi kadar hormon rendah :
Jujur dengan dokter.
Agar dokter bisa menerapi dengan tepat, jujurlah pada dokter mengenai masalah kesehatan yang mungkin menyebabkan tanda-tanda dan gejala. Bisa juga masalah itu disebabkan oleh efek samping pengobatan, disfungsi ereksi atau masalah seksual lain.
Di samping itu Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk membantu mengatasi kadar hormon rendah :
Lakukan gaya hidup sehat
Mengonsumsi makanan sehat dan berolah raga teratur bisa sangat membantu mengatasi masalah Anda. Hidup sehat membantu Anda menjaga kekuatan, energi dan massa otot. Latihan olah raga juga membantu memperbaiki suasana hati dan membuat tidur jadi nyenyak.
Cari pertolongan saat merasa jatuh
Pria bisa mengalami depresi ketika merasa mudah marah dan terisolasi. Tanda umum depresi pada pria termasuk di antaranya adalah bekerja berlebihan, minum alckohol berlebihan, menggunakan obat terlarang. Berkonsultasilah dengan seorang dokter ahli jiwa atau psikolog untuk mendapatkan pertolongan.
Hati-hati suplemen herbal
Suplemen herbal belum terbukti aman dan efektif untuk mengatasi kadar hormone testosterone yang disebabkan oleh penuaan. Jangan sembarangan minum suplemen karena beberapa jenis suplemen mungkin malah membahayakan kesehatan.
Rekomendasi :
GASA - GAGAH PERKASA Kapsul Herbal untuk Pria, Mengoptimalkan Fungsi Testosteron, Meningkatkan Kualitas dan Jumlah Sperma, Meningkatkan Libido dan Melancarkan Peredaran Darah. Baca selengkapnya DISINI
No comments:
Post a Comment