Monday, 28 October 2013

Bagaimana Siklus Menstruasi Berlangsung

Tahukah Anda bahwa ketika seorang bayi perempuan lahir, dia memiliki jauh lebih banyak telur di tubuhnya daripada yang akan pernah dia gunakan, sebanyak 450.000? Mereka disimpan dalam ovariumnya, masing-masing di dalam kantung sendiri yang disebut folikel. Saat dia beranjak dewasa, di masa pubertas, tubuhnya mulai memproduksi berbagai hormon yang menyebabkan telur untuk matang. Inilah awal dari siklus pertama (disebut menarkhe), sebuah siklus yang akan berulang sepanjang hidupnya sampai menopause.
Siklus menstruasi yang khas, dari hari pertama perdarahan ke hari pertama perdarahan berikutnya, dibagi menjadi tiga bagian: fase folikuler, fase ovulatoir, dan fase luteal.

Fase Folikular

Bagian yang pertama adalah dari hari ke-1 sampai ovulasi. Ini disebut fase folikular, karena hal yang terpenting pada tahap ini adalah pematangan folikel. Dalam siklus 28 hari, fase ini sekitar 14 hari, lebih singkat dalam siklus yang lebih pendek, lebih lama dalam siklus yang panjang.

Mari kita mulai dengan hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar di otak yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa haus, lapar, pola tidur, libido dan fungsi endokrin. Ia melepaskan utusan kimia yang disebut follicle stimulating hormone releasing factor (FSH-RF) yang memberitahu pituitari, kelenjar lain di otak, untuk melakukan tugasnya. Pituitari kemudian mengeluarkan follicle stimulating hormone (FSH) dan sedikit luteinizing hormone (LH) ke dalam aliran darah yang menyebabkan folikel-folikel mulai matang (jumlahnya berkisar 3-30 folikel).

Folikel-folikel matang kemudian melepaskan hormon lain, estrogen. Estrogen diproduksi oleh sel-sel ovarium yang mengelilingi telur dalam folikel (disebut sel granulosa). Setelah folikel matang selama sekitar tujuh hari, lebih banyak estrogen yang dilepaskan ke aliran darah. Fungsi utama estrogen adalah membuat dinding rahim menebal. Hal ini menyebabkan lendir serviks berubah. Ketika tingkat estrogen mencapai titik tertentu, hipotalamus melepaskan luteinizing hormone releasing factor (LH-RF) yang memerintahkan kelenjar di bawah otak untuk melepaskan sejumlah besar luteinizing hormone (LH). Lonjakan LH ini memicu folikel yang paling matang untuk pecah dan melepaskan telur. Inilah yang disebut ovulasi. (Pil KB umumnya bekerja dengan menghalangi lonjakan LH ini, sehingga menghambat pelepasan telur.)

Fase Ovulatoir
Ini adalah fase yang paling pendek, yang terjadi sekitar 16-32 setelah lonjakan LH.
Saat menjelang ovulasi, suplai darah ke ovarium meningkat dan ligamen berkontraksi untuk mendekatkan ovarium dengan tuba falopi,  sehingga memungkinkan telur, setelah dilepaskan, untuk menemukan jalan ke tuba falopi. Sesaat sebelum ovulasi, leher rahim perempuan mengeluarkan banyak lendir serviks yang melar seperti empulur atau putih telur. Lendir ini membantu memfasilitasi gerakan sperma menuju sel telur. Beberapa wanita menggunakan pemantauan lendir setiap hari untuk menentukan kapan kemungkinan terbesar mereka untuk hamil. Di pertengahan siklus ini, beberapa wanita juga mengalami sensasi kram atau lainnya. Suhu tubuh basal meningkat setelah ovulasi dan tetap lebih tinggi sekitar 0,5 derajat sampai beberapa hari sebelum periode berikutnya.
Di dalam tuba falopi, telur terdorong oleh sel-sel kecil berujung seperti rambut yang disebut “silia”, menuju rahim. Pembuahan terjadi jika ada sperma yang hadir.

Fase Luteal
Fase terakhir adalah fase luteal atau fase pasca-ovulasi. Disebut fase luteal karena peran pokok dalam fase ini dimainkan oleh korpus luteum.

Di sekitar waktu ovulasi, sel-sel granulosa yang membuat estrogen berubah. Folikel dari mana telur dilepaskan berubah menjadi korpus luteum (badan kuning), yang memproduksi progesteron (progestin). Peran terpenting progesteron adalah menyebabkan perubahan endometrium sehingga rahim dapat menerima implantasi embrio. Tanpa progesteron, kehamilan tidak dapat terjadi. (Sebagian obat aborsi bekerja dengan memblokir progesteron dan menghentikan implantasi).

Pada tahap berikutnya, jika pembuahan dan implantasi tidak terjadi, folikel berubah menjadi putih dan disebut korpus albikan. Arteri pada lapisan endometrium menutup, menghentikan aliran darah ke permukaan lapisan. Darah akan berkumpul di “danau vena” yang, setelah penuh, meledak dan bersama lapisan endometrium membentuk aliran menstruasi. Kebanyakan menstruasi berlangsung 4 sampai 8 hari.

No comments:

Post a Comment