1813 - ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 - ia menderita kekalahan dalam pemilihan kepala daerah tingkat lokal.
1833 - ia kembali menderita kebangkrutan.
1835 - istrinya meninggal dunia.
1836 - ia menderita tekanan mental sedemikian rupa,sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
1837 - ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.
1840 - ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
1842 - ia menderita kekalahan dan gagal duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
1848 - ia kalah lagi di kongres Amerika Serikat.
1855 - ia gagal lagi di senat Amerika Serikat.
1856 - ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden.
1858 - ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.
1860 - ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.
1832 - ia menderita kekalahan dalam pemilihan kepala daerah tingkat lokal.
1833 - ia kembali menderita kebangkrutan.
1835 - istrinya meninggal dunia.
1836 - ia menderita tekanan mental sedemikian rupa,sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
1837 - ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.
1840 - ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
1842 - ia menderita kekalahan dan gagal duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
1848 - ia kalah lagi di kongres Amerika Serikat.
1855 - ia gagal lagi di senat Amerika Serikat.
1856 - ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden.
1858 - ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.
1860 - ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.
Ia adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, Abraham Lincoln. Bisakah dibayangkan, seandainya Abraham Lincoln mundur atau trauma, kisahnya tidak menjadi istimewa dan menjadi inspirasi dunia.
No comments:
Post a Comment